Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Sunday, April 21, 2013

SURAT DARI IBU, UNTUK SANG MENANTU LAKI-LAKINYA



Assalamu'alaikum Warohmatulahi Wabarokatuh ….

“Wahai menantu-ku, Aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diri-ku sendiri dengan melihat putri-ku sebagai istri-mu, dan engkau sebagai menantu-ku. Bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkan- mu, berdiri bersama-ku tepat dihadapan-mu.


“Wahai menantu-ku, Bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi Imam dunia akherat untuk putri-ku.? Bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke Syurga.?

“Wahai menantu-ku, Bila ada kelemahan dari istri- mu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, Bukankah menjadi tugas-mu untuk mendidiknya sekarang.? Begitu yang seharusnya.

“Wahai menantu-ku, Diajarkan kepada-mu oleh Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari.? Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman.? Maka berikan-lah keteduhan bagi jiwanya.

“Wahai menantu-ku, Engkau suami yang dipilih Allah Ta’ala untuk putri-ku, Bersabar-lah terhadap istri-mu dan tetap-lah bersikap lemah lembut padanya. Bukankah engkau menikahinya karena Allah Ta’ala.? Maka sayangi dan pelihara-lah istri-mu dengan jalan yg di Ridhoi oleh Allah Ta’ala.

“Wahai menantu-ku, Sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka yang Durhaka terhadap suaminya. Maka selamatkan-lah istri-mu dari dosa yang lebih besar. Bukankah nanti-pun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan Syurga agar bisa dilalui oleh-mu dan istri-mu yang harus kau bawa serta pula.?

“Wahai menantu-ku, Engkau di ijinkan menghukum istri-mu sewajarnya, Namun jangan-lah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. Jangan-lah menghardiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan diri-mu sendiri. Sebab ia juga adalah pakaian- mu..!

” Wahai menantuku, aku titipkan putriku padamu, buatlah dia tersenyum menuju surga atas tiket darimu

Jika Ada Kesalahan Dalam Penulisan Tiara Minta maaf Pada Teman Teman semua
Kepada Allah Ta'ala Tiara Hikmah...Memohon Ampun ......

Tuesday, October 16, 2012

Surat Dua Puluh Empat Karat


             Melarat seumur hidup jelas tidak termasuk hal yang akan kau gembar-gemborkan dengan bangga pada orang lain. Tidak pula bagi pasangan renta ini. Tubuh keduanya ringkih luar biasa, mencemaskan bagi siapa saja yang melihat. Doyong kesana kemari ibarat pintu yang akan bercerai dari engselnya. Serupa pohon lapuk yang siap tumbang kapan saja, meski hanya karena satu pijakan dari seekor kumbang kurang kerjaan di dahannya.

Saturday, October 22, 2011

Aku Terpaksa Menikahinya…


Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Saturday, April 9, 2011

TUHAN, BERI AKU WAKTU SATU JAM SAJA...

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah Negara di amerika selatan, yang terletak di kawasan terkumuh di seluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu sangat dikenal, dimulai dari kisah seorang peng...emis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil, tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.

Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat, dan belum setahun mereka di kota itu mereka kehabisan seluruh uangnya. Pada suatu pagi, mereka sadar bahwa mereka tidak tahu di mana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeser pun uang ada di kantong. Padahal, mereka sedang menggendong bayi mereka yang ber umur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi di mana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.
Saat itu angin desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin, ketika mereka beristirahat di bawah atap toko itu, sang suami berkata, “saya Harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apa pun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur di sini.”